Wednesday, September 22, 2021

Fitrah Based Education (repost)

 

https://mirantibanyu.blogspot.com/2018/08/seminar-parenting-fitrah-based.html?m=1


Suka banget dengan kesimpulan FBE yang ditulis mba Mirantibayu..makasih ya mba..




FITRAH BASED EDUCATION - UST. HARRY SANTOSA

PARENTINGAUGUST 31, 2018BY MIRANTI BANYUNING BUMI


Fitrah Based Education (FBE)

“Menjadi Orangtua Hebat, Mendidik Anak Sesuai Fitrah”

Ust. Harry Santosa

Wisuda dan Seminar Parenting - IIP Banten

Kebon Kubil Serang

Sabtu, 18-08-2018



Allah Maha Baik… Alhamdulillahirabbil’alamiin…

Ceritanya aku baru pindah ke Serang, terus gak lama kemudian ada seminar parenting ini, Alhamdulillah dimudahkan untuk bisa datang dan mendapatkan pencerahan ilmu dari ust. Harry…

Pertama kali tahu tentang ust. Harry Santosa dan buku Fitrah Based Education-nya dari salah satu materi kuliah saat Matrikulasi Institut Ibu Profesional. Sejak saat itu penasaran banget pengen denger konsep FBE langsung dari beliau atau baca bukunya. Tapi sampe sekarang belum punya bukunya, harus nabung dulu karena harganya lumayan, tapi emang sebanding dengan isi bukunya yang luar biasa bergizi.😍


✏✏✏

Oke, berikut catatan seminar beberapa hari yang lalu, semoga bisa bermanfaat ya (boleh banget di-share)!


🌱Fitrah anak >> suka bergerak >> suka bermain, bener gak?

Tapi seringkali orangtua meminta anaknya untuk cicing (Bahasa Sunda >> diam).


🌱Fitrah bayi >> bangun shubuh bahkan dini hari, bener gak?

Tapi kebanyakan orangtua bilang ke anaknya “tidur lagi aja... masih malem/gelap…”


🌱Fitrah anak >> suka berbicara, nanya ini itu “Itu apa?” “Ini apa?” belum selesai dijawab nanya yang lain lagi, bener gak?

Tapi banyak orangtua zaman now lebih asyik dengan gadget-nya atau mereka membawa pekerjaan kantor ke rumah sehingga tidak sempat menjawab apalagi ngajak ngobrol anaknya.


Sesungguhnya Allah sudah meng-install berbagai hal ke diri kita, sejak lahir!

Contoh:

Kebersihan. Bayi akan otomatis menangis ketika poop atau pipis.

Tapi seringkali fitrah itu tidak diikuti dengan tindakan yang tepat.

Penyimpangan fitrah contohnya: penggunaan pampers yang bahkan lebih dari batas waktu toleransi. Awalnya mungkin anak merasa risih, tapi lama-kelamaan jadi terbiasa. Salah siapa? Ini padahal efek jangka panjangnya bisa menimbulkan berbagai macam penyakit, salah satunya adalah kanker.


Orangtua itu penting, makanya Allah ciptakan pernikahan.

Jangan serahkan sepenuhnya pada lembaga/sekolah.

Lembaga/sekolah itu fungsinya untuk ta’lim atau pengajaran.


🌱Jadi, apa tempat yang paling tepat untuk menumbuhkan fitrah anak?

RUMAH!

Rumah adalah tempat untuk menumbuhkan gairah belajar.

Rumah adalah tempat untuk menumbuhkan fitrah-fitrah anak.


Coba tanyakan pada diri sendiri!

“Mana yang lebih penting antara bisa membaca atau suka membaca?”

Jawabannya pasti suka membaca. Karena dengan suka membaca maka anak akan dengan sendirinya bisa membaca, suka buku, dekat dengan dunia literasi.


Jangan menjadi orangtua yang lebay!

Kalo lebay nanti anak bisa bosan/menolak fitrahnya.

Ust. Harry cerita tentang ada anak yang diajarkan Al-Quran dengan metode yang “aneh”. Anak tersebut dipaksa harus berada di dalam suatu ruangan, gak boleh gerak, hanya diam mendengarkan Al-Qur’an. Akhirnya dia mengalami trauma psikologis, setiap didengarkan Al-Qur’an dia mengerang kesakitan. Astaghfirullaah…kasihan…


Cerita lainnya ada anak yang setiap mau mengerjakan worksheet, dia akan muntah-muntah. Penyebabnya ternyata sejak kelas 1 dia dipaksa dan mendapat nilai yang buruk.

Apa pelajaran yang dapat diambil dari 2 cerita tersebut?

Setiap keterampilan itu ada masanya, sesuai perkembangan anak. Anehnya banyak orangtua yang bangga anaknya masuk SD di bawah batas usia ketentuan. Padahal anaknya belum siap.


Allah perintahkan sholat untuk anak usia 7 tahun.

Kenapa?

Karena di bawah 7 tahun adalah pusat imajinasi dan kreativitas.


🌸

“Tugas orangtua adalah membuat anak terpesona dengan kebaikan, suka pada kebenaran.”

🌸


🌱Yakinlah bahwa setiap anak memiliki peran istimewa di masa depannya.

Apapun sifatnya harus disyukuri, lihat dari sisi cerahnya, bukan sisi “gelap”nya.


Misalnya:

Anak baperan >>> empati tinggi, orang-orang yang bekerja dengan hati: perawat, volunteer, pekerja sosial dan kemanusiaan, tim penanggulangan bencana.

Anak cerewet >>> presenter, contohnya mamah Dedeh, pasti masa kecilnya cerewet banget dan didukung sama orangtuanya.

Anak sensitif/suka disebut “cengeng” >>> penulis tema romantis, contohnya Kang Abik terlihat kan dari tulisan karya novelnya yang menyentuh banget dan gak jarang bikin berkaca-kaca terus mewek… Gak mungkin kalo penulisnya gak “cengeng”.

Anak keras kepala >>> pemimpin, contohnya Muhammad Al-Fatih (Sultan Mehmed II), coba baca sejarah beliau, saat masih kecil sudah terlihat sifat keras kepalanya.

Anak curigaan = waspada, teliti >>> penyidik, auditor. Coba bayangkan kalo tim penyidik/auditor gak curigaan, setuju-setuju aja, wah bisa repot nanti gak bener hasil pemeriksaannya.


Jangan menyebut anak dengan sebutan “nakal”.

Kenapa?

“Kenakalan itu disebabkan potensi yang belum nampak atau anak bingung mengungkapkan perasaannya yang sebenarnya.”

Apa solusinya?

Pejamkan mata, kemudian ingat kebaikan-kebaikan anak.

Umar bin Khatthab pernah berpesan: “Jika kalian melihat anakmu atau anak didikmu berbuat baik, maka pujilah dan catatlah. Dan apabila anakmu atau anak didikmu berbuat buruk, tegurlah dan jangan pernah engkau mencatatnya.”

Perhatikan QS. Luqman!

Beliau bukan Nabi apalagi Rasul tapi dialog-dialog dengan anaknya diabadikan di dalam Al-Qur’an.

Berarti kalo kita mau mendidik anak dengan keren di mata Allah, maka ayat-ayat tersebut harus kita pelajari.


🌸

Apapun sifat anak-anak kita: syukuri, jangan lebay, apalagi alay!

🌸


“Jangan pernah khawatir dengan peran sekecil apapun, kalo dikerjakan dengan sepenuh jiwa bisa dahsyat efeknya.”

Contoh:

Cleaning service >> perusahaan besar di Swiss.

Waste management >> perusahaan besar di China.


-Adab dan Fitrah-

Merupakan tanggung jawab orangtua, bukan tanggung jawab sekolah.

Yang ditanya di akhirat nanti adalah orangtua, bukan sekolah.


Istilah remaja tidak ada di dalam Islam, istilah ini muncul di abad 20.

Islam hanya mengenal fase: pra-aqil baligh dan aqil baligh.


Sibuklah memandirikan anak daripada sibuk mencari uang untuk mereka (hingga tidak sempat berinteraksi dengan anak) >> saat anak usia 0-15 tahun.

Fokuslah pada pendidikan anak di usia 0-15 tahun, karena itu merupakan tanggung jawab orangtua.


✏✏✏

Banyak masalah yang terjadi pada keluarga zaman now, apa penyebabnya?

1. Kurang merenung

2. Fitrah yang tidak tumbuh


📌Orangtua zaman sekarang jarang merenung

Kebanyakan mereka ikut-ikutan arus, misalnya: sekolah Islam Terpadu (IT), sekolah alam, sekolah kuttab Al-Fatih.

Bukan artinya sekolah-sekolah tersebut tidak baik, hanya saja ketika memiih sekolah untuk anak harus sesuai dengan misi keluarga.

Jadi yang jadi pertanyaan adalah setiap keluarga sudah punya misi masing-masing belum? Misi yang unik!

Membua misi pendidikan keluarga merupakan peran ayah.

Ayah harus menemukan gen keluarganya!

Jangan ikut-ikutan jadi gen halilintar semua...


Kisah Inspiratif

Kisah Pak Habibie >> misi keluarganya: membangun Indonesia dengan dirgantara (sejak kecil hingga kini, beliau konsisten dan fokus pada mimpi tersebut) Pak Habibie sangat dekat dengan istrinya, Ibu Ainun (Yang udah baca buku-buku beliau pasti tahu betapa dalam dan tulus cinta mereka berdua). Bu Ainun lah yang menurunkan misi keluarga menjadi kurikulum keluarga, hingga kedua anaknya juga menempuh jalan yang sama.

Kisah Keluarga Gen Halilintar >> misi keluarganya: menjadi keluarga pengusaha.


Contoh istri yang mendukung penuh suami:

Siti Hajar >> Ibrahim a.s. Rela ditinggalkan di gurun karena Allah.

Khadijah >> Muhammad SAW. Rela menyerahkan harta untuk dakwah, wanita yang sangat kuat sekaligus lembut.

Itulah definisi Ibu Profesional dari sudut pandang Islam.


“Suami-istri yang sibuk dengan hal-hal besar maka akan fokus pada hal-hal besar tersebut.“

Setiap keluarga harus memiliki family mission.

Islam mengajak kita untuk berpikir besar.


📌Fitrah yang tidak tumbuh

Fitrah: Ibu-ibu >> multi-tasking; bapak-bapak >> single tasking.

Fitrah wanita >> minta dipahami, suka berbicara. Bener gak?


Perbedaan antara laki-laki dengan wanita ketika berbicara:

Wanita >> implisit

Pria >> eksplisit


Kalo anak laki-laki tidak dekat dengan ibunya nanti ketika dia dewasa, jadi susah memahami perempuan, efeknya? Playboy (karena butuh pengakuan).

Kalo anak perempuan tidak dekat dengan ayahnya nanti ketika dia dewasa akan mencari-cari sosok pengganti peran ayah, efeknya? Pacaran (karena mencari kasih sayang sosok laki-laki), lesbian, suka sama yang tomboy.


Anak laki-laki membutuhkan peran ayah 75% dan peran ibu 25%.

Anak perempuan membutuhkan peran ibu 75% dan peran ayah 25%.


Perah ayah = menumbuhkan ego = sang raja tega.

Peran ibu = menumbuhkan kelembutan = sang pembasuh luka.

🌱Jalankan peran masing-masing, agar anak tumbuh sesuai fitrahnya!


Kalo fitrah belajar tidak tumbuh, maka akibatnya = salah jurusan, salah karir.

Kalo fitrah iman tidak tumbuh, maka akibatnya = beragama, tapi tidak berakidah.

Kalo fitrah seksualitas tidak tumbuh, maka akibatnya = LGBT.

Jadi ketika fitrah tidak tumbuh dengan baik >> masalah akan semakin besar.

 ✏✏✏


“Sesungguhnya ilmu itu adalah cahaya“

-Perkataan Gurunya Imam Syafi’i-


Ilmu akan menjadi energi yang menggerakkan organ tubuh berbuat kebaikan.

Ia akan berpendar dalam ruang gelap.

Ilmu itu untuk menjadikan kita human being, bukan sekedar human thinking dan human doing.


GENERASI MILENIALS

Mereka belajarnya hebat, pencapaian akademiknya bagus, tapi sayang fitrah iman dan psikologisnya kurang.

Balighnya cepat (biologis) tapi tidak dibarengi dengan aqil (psikologis).


Akar Permasalahan Remaja

Puber >> 11-12 tahun

Mulai aqil baligh >> 15 tahun

Matang aqil baligh >> 20-25 tahun

Ada kesenjangan yang sangat besar antara kedewasaan biologis (baligh) pada usia 11-12 tahun dengan kedewasaan psikologis dan sosial (aqil) pada usia 20-25 tahun.


Ada sesuatu yang hilang di generasi sekarang.

Apa yang hilang?

Generasi yang hebat ketika di masa kecil, tapi hancur ketika masa aqil baligh-nya.

Mereka mengenal kebaikan tidak dari hati. Banyak fitrah yang tidak tumbuh.


“Kitalah orangtua versi terbaik untuk anak-anak kita.”

Allah akan memampukan orang-orang yang terpanggil.

Sambutlah panggilan itu!


Banyak contoh pemuda hebat di Islamic Golden Age (Masa Keemasan Islam)

Siapa sajakah mereka?

Usama bin Zaid. Di usianya yang 15 tahun menadi panglima perang yang memimpin 10.000 pasukan.

Imam Syafi’i. Usia 11 tahun menjadi mahasiswa, usia 14 tahun menjadi dosen.

Muhammad Al-Fatih.

Al-Khawarizmi.

Imam Ghazali.


🌸

Ada seorang ibu yang mendidik 5 anaknya sendiri karena menganggap anak itu ibarat “berlian”.

Hanya orang “gila” yang menitipkan berlian pada orang lain.

🌸


“Jika Allah menitipkan 10 anak kepadamu maka Allah juga menginstall ilmu parenting sejumlah anak tersebut.”

Jadi jangan khawatir berlebihan, minta tolonglah sama Allah…


Pernikahan bukanlah sebuah kebetulan >> sudah Allah rencanakan.

Di balik pernikahan tersebut pasti ada tugas yang Allah titipkan pada kita.

Tugas umum setiap manusia = beribadah kepada-Nya dan menjadi khalifah di bumi-Nya.

Tapi ada juga tugas spesifik, setiap kita punya tugas masing-masing, tugas sebagai indivudu dan bagian dari keluarga.

Temukan the mission of life!


🌸

Di 1/3 malam >> tahajud.

Di 1/3 Ramadhan >> lailatul qadr.

Di 1/3 kehidupan Rasulullan >> Islam tegak!

Maka di 1/3 hidup muslim >> hidup semakin terpacu untuk produktif.

Semakin menjelang akhir kehidupan, grafiknya semakin eksponensial.

🌸


LANDSCAPE PERADABAN

Allah menciptakan:

Human >> Allah ciptakan untuk menjalankan tugas.

Earth >> Allah siapkan alam untuk menusia dengan mewafatkan dinasaurus. Kebayang gak kalo di zaman sekarang Brontosaurus atau T-Rex masih berkeliaran?

Time >> Allah berikan waktu/zaman.

Al-Qur’an >> Allah berikan kitabullah, sebagai pedoman.


🌱Apa itu fitrah?

Fitrah adalah kesiapan manusia untuk menerima syariah, kitabullah.


"Anak-anak yang jatuh cinta pada Allah di masa dininya maka dia akan ikhlas beribadah, maka dia akan menikmati sholatnya."

Tumbuhkan cinta >> intra-motivation.


Kalo berangkat dari dalam = intrinsik >> niat “Innamal A'malu Bin Niyat” >> bab awal kitab fikih.

Pentingnya niat, dorongan dari dalam. Ingat! Islam bukan sekedar ritual.


3R syarat agar beramal dengan konsisten dan ikhlas:

Relevan dengan fitrah

Relation = bangun cinta

Reason = alasan yang kuat kenapa harus melakukan itu


Syariah harus dimulai dengan akidah >> muhabbah (cinta)

Bergairah dengan dirinya sendiri, dengan agamanya, dan dengan Pencipta-Nya.


Pendidik sejati adalah Allah.

Allah yang menyediakan semua itu.

Wahai ortu dan pendidik, just follow the fitrah. Pandu dengan kitabullah.


🌱The “Still Face” Experiment

Dr. Ed Tronick, director of UMass Boston's Infant-Parent Mental Health Program melakukan riset tentang baby-parent:



Dr. Richard Cohen, director of Project ABC at the Children's Institute juga melakukan riset yang sama tapi ibu diganti dengan ayah.




Dari riset tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa:

“Ayah dan ibu sama-sama pentingnya dalam pengasuhan.”

The experiment clearly show how profoundly babies read and react to their social surroundings.😍 Prolonged lack of attention can move a baby from good socialization to bad.


Fenomena lainnya:

Anak pertama >> pola pengasuhan lebay.

Anak bungsu >> pola pengasuhan lalai.

Ditambah lagi adanya salah pola asuh.


Di Al-Qur’an, ayah bukan mencari uang tapi diceritakan tentang dialog-dialog antara ayah-anak.

Tugas utama ayah >> mendidik anak.


🌱Apakah bayi memiliki moral?

Berdasarkan pertanyaan di atas dilakukan sebuah penelitian.

Babies at Yale University's Infant Cognition Center, also known as "The Baby Lab," respond to "naughty" and "nice" puppets.



Ternyata berdasarkan riset tersebut, bayi itu fitrahnya suka yang baik loh.

🌱“Bayi bukan kertas kosong, mereka sudah diinstall macam-macam kebaikan oleh Allah.”


Jadi, pertanyaan yang coba kita ajukan pada diri sendiri:

“Mana yang lebih mudah: mendidik anak menjadi shalih atau nakal?”

Ternyata shalih itu fitrahnya setiap anak, setiap kita juga berarti pada dasarnya suka dengan kebaikan. Maka dengarkan kata hatimu… Dengarkan fitrahmu…


FITRAH PERSONAL POTENCY

🌱Fitrah iman

🌱Fitrah bakat

🌱Fitrah belajar

🌱Fitrah estetika dan bahasa

🌱Fitrah individual dan sosial

🌱Fitrah seksualitas

🌱Fitrah perkembangan

🌱Fitrah jasmani



Tidak ada cerita anak yang salah gaul, adanya anak yang salah pola asuh.

Anak-anak yang diasuh dengan benar >> memiliki imunitas pada lingkungannya.

Anak-anak yang selesai dengan dirinya >> dia hanya akan mengakses kebaikan-kebaikan.


🌱Fitrah yang diasuh dengan baik akan menjadikan seorang “agent of change” >> change maker >> lahir peran dalam peradaban.

Gak ada orang yang gak suka belajar, semua orang suka belajar >> fitrah.


Fitrah iman + fitrah belajar >> ghiroh melakukan perubahan dalam kebenaran dan kebaikan, lalu menghasilkan karya yang solutif dan sebuah inovasi.


Semua fitrah harus tumbuh bersama, kalo ada yang kurang satu maka akan menjadi masalah.


🌱How to grow the fitrah?

Gak tiba-tiba fitrah berubah menjadi cita-cita/peran.

Usia 0-6 tahun >> Ajak anak jatuh cinta dengan Allah, Rasulullah, belajar, dan ortu. Hargai individualitasnya. Amati sifatnya.

Usia 7-10 tahun >> Cobalah berbagai macam aktivitas yang relevan dengan sifat anak sehingga tumbuh penyadaran potensi. Temukan aktivitas yang membuat anak: enjoy-easy-earn. Pengamat terbaik setiap anak adalah orangtua masing-masing. Bisa menggunakan tools = talents mapping.

Usia 11-14 tahun >> Kokohkan dengan ujian kehidupan, misalnya biarkan anak merantau, latihan investasi. Orangtua harus tega! Tega boleh tapiii kalo tahap sebelumnya beres ya.

Usia >15 tahun >> Biarkan anak mandiri = analoginya dibiarkan tumbuh di tanah seperti pohon, mereka sudah bukan tunas lagi.


🌸

“Fokuslah pada cahaya anak, bukan pada kegelapannya.”

🌸


🌱FITRAH terdiri dari:

¼ genetis

¼ tempat dilahirkan (Indonesia)

¼ zaman ia hidup (abad 21)

¼ kitabullah


Syariah = proses dari aqidah.

Fenomena:

Orangtua jatuh cinta pada aqidah, kebaikan dan kebenaran di masa mudanya. Tapi ketika mereka sudah berkeluarga, mereka mengajarkan aqidah pada anak-anaknya dengan cara pemaksaan. Mereka mau instan, padahal itu butuh proses. Bangun aqidah di masa awal dengan cara yang lembut dan halus.


🌸

Karena kepatuhan tanpa kecintaan maka akan pudar.

🌸


Jangan sampaikan agama dengan keras, biarkan agama menyentuh hati. Inilah yang menumbuhkan niat = sesuatu yang tumbuh dari dalam.

✏✏✏



🌱KESIMPULAN🌱

1. Mendidik anak adalah tugas orangtua

Bukan tugas sekolah/lembaga les, dsb. Sekolah itu adalah tempat pengajaran.

Jangan pernah serahkan sepenuhnya pendidikan anak pada lembaga.


2. Syarat mendidik anak = syukur.

Sifat-sifat anak itu harus disyukuri >> lihat sisi cerahnya.

Tidak mungkin Allah menciptakan anak tanpa masa depan yang cerah.


3. Kita adalah versi terbaik orangtua untuk ana-anak kita.

Jika Allah memberikan 10 anak >> Allah juga menginstall ilmu parenting dalam diri kita sejumlah anak tersebut.


4. Raise your child, raise your self.

Jangan pernah salahkan masa lalu, misalnya kita tidak suka dengan pola pengasuhan orangtua kita >> berdamailah dengan masa lalu.


Ingatlah ini:

“It takes a village to raise a child.”

-African proverb-


Penutup:

Deraskan maknamu, bukan tinggikan suaramu.

Karena hujanlah yang menumbuhkan bunga-bunga, bukan petir dan guruhnya.

Ust Harry Sentosa

Tuesday, September 21, 2021

New Chapter Bunda Shalihah IIP

 "Mimpi yang dituliskan akan menjadi rencana, rencana yang dikerjakan akan berubah menjadi komitmen, komitmen yang selalu dipegang akan mengubah mimpi menjadi kenyataan (Ibu Septi Peni Wulandani)"

Susu Hamil

 PERLUKAH MINUM SUSU HAMIL SELAMA HAMIL? SEKILAS PENGALAMAN HAMIL DARI NEGERI KIWI


Asupan makanan adalah hal yang krusial dalam masa kehamilan. Selain memberi makan kita sendiri sebagai ibu hamil, ada calon manusia di dalam perut yang membutuhkannya juga. 


Di banyak benak orang masih ada anggapan bahwa ketika kita hamil itu kita makan untuk 2 orang, tidak sepenuhnya benar. Ada orang yang hamil karena makan banyak, malah jadi tambah gemuk, sedangkan bayinya kecil. Ada orang yang makan biasa saja tapi bayinya sehat, dan ibunya tidak “kegendutan”. 


Sebenarnya makan disini bukan masalah kuantitas, tapi kualitas apa yang kita makan. Apakah makanan kita cukup nutrisi atau tidak. 


Bagaimana ‘kebiasaan’ asupan nutrisi ibu hamil di Indonesia?

 

Banyak dari ibu-ibu hamil di Indonesia, termasuk teman, saudara, temannya teman atau siapapun memasukkan “susu khusus untuk ibu hamil” dalam daftar asupan nutrisinya setiap hari. Mengapa mereka harus minum susu hamil tersebut dan siapa dulu yang memulai kebiasaan tersebut? Saya belum terlalu yakin dengan alasannya. 


Saya pernah iseng-iseng menanyakan pada beberapa teman saya apakah mereka minum susu hamil selama hamil, dan jawaban mereka kebanyakan iya. Mereka meminum susu hamil karena takut asupan nutrisi dari makanan sehari-hari mereka dirasa kurang mencukupi. 


Bagaimana asupan nutrisi ibu hamil di New Zealand?


Ibu-ibu di New Zealand selama hamil disarankan oleh bidan atau midwife (orang hamil disini hampir semua diurus oleh bidan) untuk mengonsumsi makanan yang kita makan sehari-hari. Misalnya makan 3 kali sehari dengan sayur dan buah-buahan yang lebih banyak dari biasanya. 


Porsinya normal saja, tapi ada zat tertentu yang harus kita konsumsi lebih banyak. Ada kandungan nutrisi khusus yang sangat dibutuhkan ibu hamil seperti iodine, asam folat, dan zat besi. 


Pengalaman saya selama hamil disini, bidan menyarankan saya untuk makan seperti biasa. Ada daftar makanan yang boleh dimakan dan tidak tentunya seperti makan makanan yang mentah sebaiknya dihindari. Tapi di luar itu, makan saya semasa hamil hampir tidak berbeda ketika tidak hamil. 


Saya makan nasi, sayur, daging, telur, tahu, tempe, dan juga buah-buahan selalu ada setiap hari. Makan buah yang mengandung vitamin C terutama. 


Nah, sewaktu hamil, bidan saya sering menanyakan bagaimana konsumsi zat besi saya. Karena saya sendiri tidak yakin konsumsi zat besi saya cukup, beliau menyarankan saya untuk melakukan beberapa kali blood test untuk memastikan kadar zat besi saya. 


Kenapa zat besi? Karena zat besi penting pada masa kehamilan, selain untuk ibu hamil untuk menghindari resiko anemia, juga akan diserap oleh bayi demi pertumbuhannya.


Di dalam hasil salah satu blood test saya, hasilnya menunjukkan kalau kadar zat besi saya kurang dari normal. Karena itu saya diminta untuk meningkatkan asupan zat besi. Bidan memberikan opsi untuk mengonsumsi daging merah atau berupa suplemen zat besi. 


Saya pun memilih untuk meningkatkan konsumsi daging merah saya. Kebetulan harga daging sangat terjangkau, plus suami jago masak steak, hehe. 


Lalu, kapan nih minum susu hamilnya? Pertanyaannya, adakah susu hamil di New Zealand? 


Di pasar/supermarket tempat saya biasa belanja, sebelum hamil, saya pernah iseng-iseng mencari susu untuk ibu hamil di sana, tapi hasilnya nihil. Saya juga mencarinya via online shop disini dan hasilnya sama. Nihil juga. 


Mengapa di NZ tidak ada (atau mungkin saya yang kurang teliti menemukan) susu hamil? Jawab bidan saya ya karena makanan yang ada di NZ ini semua sudah cukup nutrisinya untuk menunjang kesehatan ibu hamil dan bayinya.


Jadi saya tidak minum susu hamil. Loh kan orang Indonesia? Bukannya sebaiknya minum susu hamil buat orang Indonesia? 


Jadi begini, kita masyarakat Indonesia belum banyak mengetahui nutrition facts dari berbagai makanan yang kita konsumsi. Kita berpikir bahwa selama hamil, nutrisi yang sudah kita konsumsi itu kurang. Jadi kita rasa perlu untuk mengonsumsi susu hamil tersebut. 


Setelah saya cari nutrition facts berbagai makanan seperti hati ayam dan tempe yang sangat murah meriah di Indonesia, ternyata itu mengandung asam folat dan zat besi yang sebanding dengan yang terkandung dalam susu hamil tersebut. 


Zat besi umumnya kita bisa temukan di daging merah. Karena di Indonesia daging merah relatif mahal harganya, kita bisa menggantinya pada makanan hewan unggas, hati ayam, beans/biji-bijian, maupun tempe dan tahu. Selain itu kalau kita tidak mau repot kita juga bisa mengonsumsi zat tersebut dalam bentuk suplemen makanan (tablet).


Saya tidak mengatakan kalau minum susu hamil itu tidak perlu. Tentu mereka punya alasan tertentu untuk mengonsumsinya.


Akan tetapi, masalahnya adalah, jika kita hamil, lalu berpikir kalau tidak minum susu hamil itu kebutuhan gizinya tidak tercukupi, sedangkan tidak semua dari kita ini mampu membeli susu hamil (Saya harus akui harga susu hamil di Indonesia lumayan mahal). Maksudnya, tidak jarang ada rasa minder pada orang yang tidak bisa membeli susu hamil itu. 


Saya hanya memberikan solusi bahwa bagi kita ibu hamil yang tidak mampu beli susu hamil, kita bisa mengonsumsi makan makanan yang biasa kita makan sehari-hari dan tentunya terjangkau seperti tempe, tahu, sayur dan buah yang ada di sekitar kita. 


Pada akhirnya semua kembali pada diri masing-masing. 


Oh ya, tambahan sedikit. Karena orang hamil itu bukan orang sakit ya, jadi ya biasa saja. Makan seperti biasa dan beraktifitas seperti biasa. Tidak harus bermalas-malasan, di tempat tidur terus. Malah bidan menyarankan saya untuk minimal jalan kaki 30 menit dalam sehari. Kalau ada sepeda ya bisa bersepeda, atau berenang (saya belum bisa berenang, hehe), atau hiking juga boleh. 


Salah satu yang bisa saya lakukan adalah berjalan kaki (untuk belanja), dan beberapa kali saya hiking di bukit terdekat dari rumah. Jarak tempuhnya kira-kira 30-45 menit sekali jalan. 


Oke, semoga apa yang saya sampaikan bermanfaat. 


Wellington, 24 Agustus 2017

ditulis oleh Uli Wahdatul U

disunting oleh suami saya Jazz Muhammad

Sharing Bayi Tidur Sendiri

 SEKALI LAGI TENTANG BAGAIMANA BAYI TIDUR MANDIRI: PENGALAMAN PARENTING DARI NEGERI KIWI


Beberapa waktu lalu saya sharing tentang bagaimana bayi bisa tidur secara mandiri. Alhamdulillah artikel tersebut mendapat sambutan yang luar biasa. Lebih dari 4000 orang membagikan tulisan tersebut. Saya memaknainya banyak orang yang tertarik dengan topik ini. 


Melalui facebook, orang-orang yang tidak saya kenal tiba-tiba menghubungi saya. Kebanyakan dari mereka penasaran dan menanyakan bagaimana tips-tips agar bayi bisa tidur secara mandiri. Saya melihat berarti ini bukan hanya masalah yang terjadi pada ibu-ibu di New Zealand, tapi juga ibu-ibu di Indonesia. 


Selain menanyakan tentang bagaimana tips agar bayi bisa tidur sendiri, beberapa juga sharing masalah tidur bayi mereka. Tentang tips-tips tersebut, mari saya jelaskan berdasarkan pengalaman saya. 


Pertama, pastikan bayi sudah kenyang, popok kering, sudah puas bermain, dan menunjukkan tanda-tanda bahwa dia lelah. Tanda-tanda bayi lelah sangat mudah diidentifikasi kok. Menatap kosong, gerakan tersentak, mengusap mata ataupun menguap, tangan mengepal, menghisap jari, mengabaikan usaha kita untuk menarik perhatian, dan tidak tertarik pada orang maupun mainan.


Kedua, taruh anak di tempat dia tidur. Boks bayi atau semacamnya. Apabila dia menangis, biarkan 10-15 menit (ini yang paling menantang naluri ibu. Di awal-awal saya mempraktekkan ini, saya gregetan ingin segera mengangkatnya, tapi saya tahan).

 

Ketiga, apabila setelah dibiarkan tangisnya tidak kunjung reda, kemungkinan bayi belum kenyang atau popok basah. Kalau itu masalahnya, segera disusui dan diganti popoknya. Apabila masih menangis setelah 15 menit biarkan bayi di tempat tidurnya. Di saat ini mulailah mencoba menambahkan cara lain dengan membelai kepalanya. Bisa dengan memijat kakinya atau membelai perutnya. 


Keempat, selain cara lain di atas, bisa gunakan bantuan suara-suara yang bisa membuat bayi rileks seperti suara music yang pelan, lantunan Alquran, dsb. Terakhir saya juga mencoba ‘white noise’. Contoh-contoh white noise yaitu suara hairdryer, vacuum cleaner, dll. 


Alhamdulillah cara-cara di atas sudah berhasil saya terapkan pada anak saya. Sampai sekarang pun bayi saya masih belajar untuk tidur, tapi tidak sesulit pada saat awal dulu. Saya sudah cukup puas dengan anak saya tidak tertidur digendongan saya atau bapaknya. 


Saya bisa membayangkan kendala ibu-ibu di Indonesia terutama  yang ingin menerapkan cara ini untuk bayinya tapi mereka masih tinggal dengan orangtua ataupun mertua. Para orangtua/mertua tidak bisa membiarkan cucu mereka menangis lama. Itu memang tantangan tersendiri. 


Saya bersyukur anak saya lahir di New Zealand. Kenapa? Bukan karena terlihat keren lahir di luar negeri. Bukan. Tetapi karena saya mendapat begitu banyak support dan saya mendapatkan banyak sekali ilmu terutama ilmu parenting dari New Zealand, yang notabene sangat berbeda di Indonesia.


Wellington, 3 Oktober 2017

ditulis oleh Uli Wahdatul U

disunting oleh: Jazz Muhammad

Bayi Tidur Sendiri

 APA BISA BAYI TIDUR SENDIRI? SEKILAS PENGALAMAN PARENTING DARI NEGERI KIWI


Di New Zealand ini, umumnya pasangan merawat anak-anak mereka secara mandiri. Tidak ada pembantu maupun orangtua yang mendampingi (orangtua hanya akan berkunjung selama beberapa hari umumnya). Dan juga karena kultur dan budaya masyarakat barat juga yang mempengaruhi. Kebanyakan pasangan akan tinggal terpisah dari orangtuanya setelah menikah atau setelah mereka dewasa, maka mereka dituntut untuk mandiri. 


Di sini, di New Zealand ada beberapa aturan-aturan tentang cara tidur bayi tentunya yang tidak saya temui di Indonesia, diantaranya: bayi harus punya tempat tidur sendiri, dan tidur tanpa bantal.


Di awal-awal perkembangan bayi, kebutuhan dasar yang sangat vital (selain makanan) adalah kebutuhan istirahat/tidur. Nah pada umumnya bayi tidur setelah disusui/kenyang. Saya mengamati kebiasaan tidur bayi di Indonesia umumnya mereka akan tidur kalau disusui dulu, ditimang-timang dulu, digendong dulu.


Padahal seperti halnya orang dewasa, bayi pun dapat tidur sendiri tanpa bantuan orang lain. Bayi juga mempunyai semacam alarm bahwa inilah saatnya untuk beristirahat. Penting untuk mengetahui tanda-tanda yang bayi lelah dan harus saatnya kita tidurkan. 


Bagaimana tanda bahwa bayi lelah? 


Tanda-tanda dari bayi lelah/tired biasanya, sering menguap, tangannya menggosok telinga/mata, atau bagian wajah, sudah tidak merespon ajakan bermain. Kalau salah satu tanda tersebut muncul, bayi harus segera kita tidurkan, walaupun dia menangis. 


Sebelum mendapatkan informasi ini, sebulan pertama, saya dan suami selalu berusaha menidurkan anak kami dengan menggendongnya,menimang-nimang dia dulu, menaruh dia di rocker/bouncer. 


Cara-cara itu memang bisa menidurkan bayi. Tapi kami sadar bahwa itu semua melelahkan sekali! Dengan ditidurkan seperti itu tentu kami akan lelah sendiri. Bahkan bayi belum tentu akan tidur lama. setelah terbangun, kita akan mengulangi cara-cara tersebut kembali. Jadi semacam lingkaran setan yang melelahkan. 


Kalau di Indonesia ini bisa diterapkan, karena ada yang selalu membantu seperti “mbak-mbak”, tetangga, nenek-kakek, dll. Tapi di New Zealand siapa yang mau bantu?!  


Bagaimana bayi di New Zealand tidur?


Di New Zealand orangtua diajarkan cara membuat bayi bisa tidur sendiri/self-soothe. Kita diberitahu bahwa bayi tidak boleh bangun lebih dari sejam. Kita juga perhatikan tanda-tanda bayi sudah lelah/tired yang saya jelaskan diatas. 


Untuk membuat bayi bisa tidur sendiri adalah letakkan bayi di tempat tidurnya setelah bayi menunjukkan tanda-tanda lelah. Tahan keinginan kita untuk kontak mata dan mengajak bermain/bicara. Kalau setelah itu bayi menangis, biarkan dulu 5-10 menit. Setelah itu bayi akan tidur dengan sendirinya.


Kalau masih menangis, cek beberapa hal ini: popoknya basah, kedinginan/kepanasan, masih haus. Kalau dalam 10 menit masih menangis, biasanya hal itulah yang menjadi penyebabnya. 


Setelah tahu cara menidurkan dari nurse plunket/posyandu, kami bertekad untuk benar-benar melakukannya, tentunya banyak kendala yang terjadi saat kami berusaha untuk menidurkan bayi kami, diantaranya, saat kami menaruh dia di bassinet (tempat tidur bayi) dia menangis sejadi-jadinya.  


Ini terjadi beberapa kali hingga kami hampir menyerah. Namun pada suatu waktu kami menyaksikan anak kami tidur dengan sendirinya tanpa kami gendong atau semacamnya. Alhamdulillah hingga kini anak kami bisa tidur sendiri dan kami bisa melakukan banyak kegiatan yang lain seperti menulis tulisan ini. 


Sangat susah mendapatkan literatur yang membahas sleeping issue ini di Indonesia. Saya biasanya akan mencari website atau artikel berbahasa Inggris dan dengan mudah menemukannya. Ada banyak website yang membahas soal bayi hampir selalu membahas konten masalah tidur (selain makanan, perkembangan bayi, penyakit pada bayi).


Berdasarkan pengalaman saya melahirkan anak saya di sini, saya mendapatkan banyak info baru seputar istirahat tidur pada bayi, saya tidak pernah membayangkan bahwa tidur bayi adalah masalah yang sangat disorot pada masa perkembangannya (selain nutrisi).


Nurse di plunket (semacam posyandu disini) tidak pernah lupa menanyakan bagaimana bayi kami tidur, berapa jam sekali dia tidur, bagaimana cara kami menidurkan, berapa lama dia tidur siang/malam. 


Orangtua disini begitu mengkhawatirkan masalah tidur bayi mereka, daripada memperhatikan masalah berat badan bayi mereka (walaupun tidur erat kaitannya dengan peningkatan berat badan). Masalah seperti ini sama mengkhawatirkannya seperti masalah penyakit pada bayi. Karena dampak dari istirahat bayi sangat penting agar orangtua mereka bisa beraktifitas dan istirahat dengan cukup.

 

Pada akhirnya cara membuat bayi bisa tidur sendiri ini telah sukses saya terapkan dan juga oleh banyak orangtua di New Zealand. Namun kita menyadari setiap bayi itu unik. Karena itu “what works to settle one baby might not for another. Try different things until you find what works for your baby.”


Wellington, 16 Agustus 2017 

Ditulis oleh: Uli Wahdatul U.